JEMBER – Bupati Jember Muhammad Fawait, yang akrab disapa Gus Fawait, menegaskan peran Guru Ngaji sebagai pondasi paling penting dalam membentuk akhlak dan karakter generasi muda di Kabupaten Jember.
Pernyataan itu disampaikan Gus Fawait saat bersilaturahmi dengan ratusan Guru Ngaji TPA/TPQ se-Kecamatan Sukorambi dalam Agenda Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) sebagai upaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Kali ini, kegiatan berlangsung di Kecamatan Sukorambi pada Minggu (28/06/2026) dan dihadiri ratusan guru ngaji dan ketua kelompok pengajian
Gus Fawait juga berkomitmen memperkuat kesejahteraan Guru Ngaji. Pemkab Jember akan melanjutkan program insentif, pada tahun 2025 sebanyak 17.000 guru mendapat insentif sebesar 1.500.000 dan pada tahun 2026 ini sebanyak 20:000 ngaji mendapatkan insentif dari Pemkab Jember.
“Dalam agenda tersebut, Bupati didampingi Penjabat Sekretaris Daerah, Asisten Kesejahteraan Rakyat, jajaran organisasi perangkat daerah, Direktur RSD Soebandi, Muspika Kecamatan Sukorambi, serta para kepala desa se-Kecamatan Sukorambi.
Selain berdialog dengan tokoh agama, petani, kader Posyandu, Muslimat, serta perwakilan RT dan RW, Bupati juga menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim piatu sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Jember terhadap masyarakat.
Muhammad Fawait memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperkenalkan berbagai program prioritas pemerintah daerah, mulai dari beasiswa pendidikan, layanan Universal Health Coverage (UHC), perekaman KTP elektronik, percepatan penanganan stunting, hingga pemberian insentif bagi guru ngaji.
Menurutnya, seluruh program tersebut harus diketahui masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh seluruh warga Jember.
Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah daerah tengah menyiapkan kebijakan pemberian insentif bagi organisasi-organisasi keagamaan yang direncanakan mulai direalisasikan pada tahun depan.
Di akhir kegiatan, Bupati mengajak masyarakat untuk tidak ragu menyampaikan keluhan apabila menemukan kendala dalam pelayanan publik melalui kanal pengaduan Wadul Gus’e.
“Komitmen kami adalah memberikan pelayanan yang mudah dan cepat kepada masyarakat. Apabila masih ada pelayanan yang belum maksimal, silakan laporkan melalui Wadul Gus’e agar segera kami tindak lanjuti,” tegasnya.
Sunarto.














